Selasa, 13 Oktober 2009

Skandal GP Singapura 2008, awal kehancuran Renault

Bos Renault, Flavio Briatore akhirnya menyatakan mundur dari F1 setelah ia mengakui mengatur hasil balapan di GP Singapura 2008 lalu. Salah satu petinggi Renault lainnya, Pat Symmonds juga mengundurkan diri. Lalu bagaimana nasib Alonso selanjutnya?

Terbongkarnya skandal GP Singapura 2008 berawal dari dipecatnya pembalap Nelson Piquet Jr. Piquet dipecat dengan alasan tidak menunjukkan prestasinya di musim ini. Awal Agustus 2009, Piquet resmi dipecat oleh Renault dan menimbulkan sakit hati yang mendalam.

Setelah Piquet dipecat, tiba-tiba saja kasus GP Singapura 2008 yang hampir setahun mengendap muncul ke permukaan. Ada dugaan bahwa Piquet lah yang membocorkan rahasia ini kepada FIA. Kejadian di GP Singapura 2008 adalah, mobil Nelson menghantan dinding pembatas sehingga membuat rekan setimnya, Alonso memimpin balapan di belakang safety car. Saat itu Alonso baru saja masuk pit untuk mengisi bahan bakar, sementara pembalap lainnya belum masuk pit. Alonso akhirnya keluar sebagai juara. Ternyata, memang Nelson mendapat perintah dari tim untuk menabrakkan mobilnya dengan sengaja ke dinding.

Setelah kasus ini muncul, FIA memberikan pernyataan akan memberikan sanksi yang keras bagi Renault, bahkan Renault terancam tidak bisa membalap di musim 2010 mendatang jika terbukti bersalah. Lalu, Piquet pun ditawarkan mendapat kekebalan hukum jika bersedia bersaksi mengenai insiden tersebut.

Pada 11 September 2009 lalu, Piquet memang akhirnya mengakui bahwa dia diperintahkan untuk menabrakkan mobilnya. Renault pun sempat memberikan ancaman kepada Piquet dan membantah semua tuduhan tersebut. Tapi akhirnya pada 16 September 2009 kemarin, bos Renault Flavio Briatore mengakui semua pengaturan hasil lomba di GP Singapura 2008 dan sekaligus menyatakan mundur dari ajang F1. Kini Renault tinggal menunggu sanksi dari FIA plus bagaimana nasib Fernando Alonso selanjutnya, masih belum jelas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar